Senin, 27 Juni 2011

AKHWAT MODIS IKHWAN GENIT

Inih ada tulisan menarik, kelihatannya diambil dari sebuah buku karya Martina Rahmi.
Semoga bermanfaat bagi mereka yg remaja dan juga yg ‘mengaku remaja’ , bagi mereka yg punya anak remaja, juga bagi kita semua.

Hmmmm…begitu tipis dan lembutnya perangkap syaithan dalam ‘merayu’ manusia tuk mengikuti ‘iklan-iklan’ mereka.

QS. Al A’raf 16 -17 :
[16]Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, [17]kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).——————————————————————————————-

Beberapa hari yang lalu inne baca buku tentang batasan pergaulan antara ikhwan dan akhwat. Wah sampai ketawa ketiwi coz memang bener sesuai dengan apa yang ana, tmen temen aktivis alami. Kebnayakan seperti itu. Mudah-mudah bisa nyadar dan terbangun dari kekeliruannya selama ini.
Salah satunya ada yang berisi tentang seorang aktivis dakwah “ikhwan” yang suatu saat mengirimi sms kepada seorang akhwat berikut cuplikannya:
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.
Sender : Ikhwan +62817xxx

Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.

Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.

Sender : Ikhwan +628179823xxx

Untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat lain? Nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derak yang berhembus lalu. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih yang di-SMS-nya.

Pagi itu, handphone kesayangannya berbunyi.

Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.

Dada membuncah hampir meledak bahagia. Dia bahkan ingat hari lahirku! Dibacanya dengan berbunga-bunga. Tapi pengirimnya

Sender : Akhwat +6281349696xxx

Senyum tergurat memudar. Tarikan napas panjang. Kecewa, bukan dari dia. Ringtone-nya berbunyi lagi.

Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.

Sender : Ikhwan +628179823xxx


Kamis, 09 Juni 2011

Puisi untuk ayahku tercinta

dulu………
kita bercerita
bersama dendangan rumput yang tengah bersuka ria
juga siulan burung pipit diantara sudut pematang durja
kita berlomba mengucap harapan
bersuka cita
bergaduh-gaduh sendiri
untuk mencoba memebahagiakan diri
kita berlari diantara detik-detik waktu
sambil memikul derita dan kecambuk sekutu
juga mengangkang kita dalam lelah dan ragu
kini…………………..
kau pergi dan tak mungkin kembali
hanya tinggalkan kisah dan tetesan air mata yang menghujam diri
siapa tak kuasa,,,,,, ditinggalkan mu dengan rasa tak tega
jika dibayangkan kau berbaring dengan bisu
mencoba harapkan cahaya yang benderang
tertutup nisan yang kian rapuh teradu hari
bila terus terbayang engkaupun bisa hilang terendam dalam tanah
tinggalkan belulang dan kain kisah derita……………

ayah

Kamis, 02 Juni 2011

Pahami macam Kepribadian " Sanguinis,Melankolis,Koleris,Plegmatis "

Ikhtiasar Sanguinis yang Populer


Mari kita lakukan secara menyenangkan

* Keinginan : Bersenang-senang

* Keperluan emosional : Perhatian, kasih sayang, pesetujuan, penerimaan

* Kekuatan kunci : Bisa bicara tentang apa saja, kapan saja, dan di mana sama dengan atau tanpa informasi. Punya kepribadian yang bergairah, optimisme, rasa humor, kemampuan bercerita, menyukai orang lain.

* Kelamahan kunci : Tidak teroragnisasi, tidak bisa mengingat perincian atau nama, membesar-besarkan, tidak serius tentang apa pun, mempercayakan kepada orang lain untuk melakukan pekerjaan, telalu mudah ditipu, dan kekanak-kanakan.

* Menjadi tetakan kalau : kehidupan tidak menyenangkan dan rasanya seperti tidak ada seorang pun yang mencintai mereka

* Takut kepada : Kemungkinan tidak disukai atau bosan, harus hidup mengikuti waktu mencatat uang yang dipakai.

* Menyukai orang yang : Mendengarkan dan tertawa, memuji dan menyetujui

* Tidak menyukai orang yang : Mengritik, tidak menanggapi humor mereka, tidak berpikir bahwa mereka lucu

* Berharga dalam pekerjaan : Untuk kreativitas yang warna-warni, optimisme, sentuhan ringan, menggembirakn orang lain, menghibur

* Bisa meningkat kalu : Mereka diorganisasikan, tidak bicara terlalu banyak dan belajar mengetahui waktu.

* Sebagai pemimpin mereka : Menggembirakan, membujuk, dan mengilhami orang lain, memancarkan pesona dan menghibur, tetapi mudah lupa dan kurang baik dalam bekerja sampai tuntas.

* Cenderung mengawini : Orang Melankolis yans sempurna yang sensitif dan serius, tetapi orang sanguinis yang populer cepat lelah karena keharusan menggembirakan mereka sepanjang waktu, serta dibuat merasa kurang layak dan bodoh.

* Reaksi terhadap stres : Meninggalkan gelanggang, pergi berbelanja, mencari kelompok yang bergembira, menciptakan dalih, menyalahkan orang lain.

* Deikenali dengan : Kebiasaan suka bicara terus menerus, usara keras, mata bersinar-sinar, tangan yang digerak-gerakan, pernyataan yang warna-warni, antusiasme, kemampuan mudah bergaul.



Ikhtisar Melankolis yans Sempurna



Mari kita lakukan dengan cara yang benar



* Keinginan : Mendapatkan apa yang benar

* Kebutuhan emosional : Rasa kestabilan, ruangan, ketenangan, kepekaan, dan dukungan.

* Kekuatan kunci : Kemampuan mengorganisasi, menetapkan tujuan jangka panjang, memliki standar dan idealisme tinggi, menganalisis secara mendalam.

* Kelemahan kunci : Mudah tertekan, perlu waktu terlalu banyak untuk mempersiapkan, terlalu memusatkan perhatian pada perincian, mengingat hal-hal negatif, mencurigai orang lain.

* Menjadi tertekan kalau : Kehidupan tidak beres, standar tidak terpenuhi, dan rupanya tidak ada orang yang peduli

Cara Menghadapi anak yang mempunyai kepribadian Melankolis

Kepribadian Melankolis cukup mudah diidentifikasi karena mereka biasanya pendiam dan pemikir. Menurut Florence Littauer pada bukunya Personality Plus, ketika orang berkepribadian Sanguinis 'berbicara' dan orang berkepribadian Koleris 'bekerja', orang melankolis akan senantiasa Melankolis 'berpikir'.
Anak berkepribadian Melankolis sangat perfeksionis. Mereka menuntut kesempurnaan dalam segala hal. Mereka juga jenis orang yang teratur dan sangat memperhatikan detil-detil kecil. Si Melankolis kecil akan memiliki perasaan yang sensitif. Dia mudah terharu dan sangat peka terhadap keadaaan di sekelilingnya. Sebagai contoh, ia bisa saja menangis sedih saat menonton film kartun mengenai bebek buruk rupa sebelum berubah menjadi angsa yang cantik. Anak Melankolis juga sangat penuh perhitungan. Mereka tidak suka dipaksa mengambil keputusan cepat, karena mereka ingin diberi waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan segala hal dengan cermat. Mereka juga hati-hati dalam berbicara dan bertindak. Jika anak Melankolis mengatakan atau melakukan sesuatu, ia benar-benar serius dalam hal itu, jadi sebaiknya Anda jangan menyepelekan apa yang ia katakan atau lakukan.
Sifat negatif dari anak berkepribadian Melankolis adalah dirinya yang menuntut kesempurnaan berlebihan. Pada dasarnya tidak ada seorang pun yang sempurna, karena itu orientasi mereka pada kesempurnaan dalam segala hal sering mengakibatkan diri mereka kecewa dan bahkan depresi. Sifat mereka yang teratur dan terorganisasi juga menyulitkan mereka untuk memahami �kekacauan� yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka bisa panik jika berada di lingkungan yang berantakan, tidak teratur, atau berisik. Yang lebih buruk, lingkungan yang tidak sesuai dengan standar mereka dapat membuat mereka pesimis, murung, dan stres.
Cara mengetahui bahwa anak Anda Melankolis
Jika si kecil selalu mengatur mainannya sampai rapi, teliti dalam menganalisa permasalahan, dan agak pendiam karena selalu berpikir, bisa dipastikan ia seorang yang bersifat Melankolis. Mereka menyukai ketenangan dan lebih nyaman sendirian daripada berada di tengah-tengah keramaian dan keributan.

Kepribadian anak

Masing-masing anak dilahirkan dengan kepribadian yang unik. Bagaimana cara orang tua memahami kepribadian ini agar bisa memaksimalkan potensi setiap anak?
Tiap anak lahir dengan kecenderungan bawaan untuk memiliki salah satu dari empat kepribadian dasar : sanguine, koleris, melankolis, phlegmatic. Memang ada anak yang memiliki kombinasi dua kepribadian dan kadang keduanya sama seimbang. Namun biasanya, salah satu kepribadian lebih dominant.

Empat kepribadian ini beserta kombinasinya menjadikan tiap anak unik meski kadang hal ini sulit dipahami orang tua. Lebih-lebih jika orang tua dan anak memiliki tipe kepribadian yang sangat berbeda.

Teori empat kepribadian ini diperkenalkan oleh Galen, seorang fisiologi Romawi yang hidup diabad ke 2 Masehi. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: Sanguin (populer), Koleris (kuat), Melankolis (sempurna), phlegmatis (damai).

Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa kini mengakui teori kepribadian ini banyak benarnya. Tak heran jika teori ini banyak dipakai untuk memotivasi hubungan antar manusia, dan keterampilan komunikasi. Lebih-lebih setelah teori ini dipopulerkan oleh Florence Littauer dalam buku seri Personality Plus.

Sanguin

Menurut teori ini, anak sanguine mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih saying, dukungan dan penerimaan orang-orang disekelilingnya. Anak sanguine suka memulai pembicaraan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Anak tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun ia tidak teratur emosional dan sangat sensitive terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, anak sanguine sering dikenal sebagai “si tukang bicara”.


Koleris

Anak koleris suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin dan mengorganisasikan. Anak koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesame, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit.

Sabtu, 28 Mei 2011

Wahai..Wanita mengapa Engkau mudah dirayu????

Berita tak sedap yang sering mampir ditelinga kita akhir-akhir ini adalah seorang wanita yang hamil tanpa ada ayahnya. Sebenarnya bukan tidak ada ayahnya, tapi sang calon ayah yang telah menebar benih kejantanannya itu tidak mengakui alias menghindar dari tanggung jawab. Yang akhirnya hanya akan menorehkan rasa sakit yang luar biasa bagi si calon ibu yang di rahimnya telah ditempati oleh sesosok makhluk mungil yang tak berdosa itu. Kenapa itu bisa terjadi pada wanita?

Bila tak ada asap maka tak akan ada api, begitulah kata pepatah yang kita semua pasti sudah paham maksudnya. Lalu maksudnya apa? Maksudnya disini adalah kenapa wanita yang selalu jadi korban? Karena semua ini sebagian besar adalah kesalahan wanita. Saya tidak bermaksud untuk menyalahkan wanita, tapi kenyataannya memang seperti itu kejadiannya. Wanita adalah sesosok makhluk yang sangat menarik bagi kaum Adam. Sosoknya selalu dipandang asyik oleh kaum pria. Disinilah letak kuncinya. Terkadang wanita sering memanfaatkan kecantikannya itu untuk memikat hati sang pria yang membuat si pria itu mendekati dan merayunya. Dan akhirnya sang wanita pun luluh dihadapan pria itu. Meski tak semua wanita bersikap seperti itu tapi sebagian besar banyak wanita yang seperti itu. Yang namanya pria hidung belang tak akan mungkin menyia-nyiakan waktu untuk menikmati keindahan tubuh wanita. Dengan jurus gombalnya itu sang pria akan berusaha untuk merebut mahkota keindahan wanita yang paling mahal harganya yang tidak akan ada gantinya di dunia ini yaitu sebuah keperawanan. Lalu, kenapa wanita begitu mudah dirayu? Nah, itulah yang seharusnya menjadi sebuah bahan untuk direnungkan oleh seluruh makhluk yang merasa dirinya seorang wanita. Bila seorang wanita itu mampu menahan hawa nafsunya maka kecelakaan itu tidak akan mungkin terjadi. Jadi, saya tidak salah bukan bila saya berpendapat wanitalah yang salah dalam perkara ini.

Wahai wanita, pikirkanlah dahulu dengan akal sehat dan jiwa yang bersih sebelum melakukan tindakan. Apakah tindakan itu akan merugikan atau bahkan menguntungkan bagi kita. Bila seorang pria berusaha merebut ke-virgin-an mu itu sebelum pernikahan yang syah maka dia adalah bukan pria yang baik-baik. Seorang pria baik-baik tidak akan mungkin mau menodai dirimu sebelum kamu menjadi isterinya. Tapi sebagian besar kaum hawa menganggap bila sang pria mau tidur dengannya tanpa ada ikatan syah adalah wujud rasa cinta dan kasih sayang sebelum masuk ke jenjang yang lebih jauh. Mereka menanggap tidur bersama merupakan bukti rasa cinta diantara mereka. Oh…it’s wrong mindly. Kalau memang itu sebuah pembuktian lalu apa yang akan didapat oleh kaum wanita setelah “ritual” itu dijalani? Sebagian mereka akan ditinggalkan bak sampah yang tak berarti lagi. Meski tak semua bernasib seperti itu tapi sebagian besar mengalami nasib yang lebih buruk dari itu. Setelah terjadi seperti itu barulah sang wanita menuntut sebuah keadilan. Dia melapor ke pihak yang berwajib untuk menyeret si hidung belang itu ke dalam meja hijau agar si pria itu menikahinya. Dan masalah pun menjadi panjang. Kalau sudah begitu siapa yang akan menanggung malu? Berita itu pun dapat dengan cepatnya turun ke masyarakat. Lalu tercorenglah nama keluarga. Walhasil

Suka Duka Seorang Melankolis

Baiklah, saya akan menceritakan suka duka seorang melankolis (melow). Mungkin ada yang menganggap ini bukan hal yang penting, tapi bagi mereka (melowers) ini hal yang penting, karena mereka tidak mudah melupakan masa lalu, dan selalu mengenang hal-hal yang terkesan di hati mereka. Dan bagi mereka, hal-hal kecil itu sangatlah penting, baik itu hanya dalam bentuk mendengarkan, membaca, menyimak, menulis, atau sekedar senyum. Melowers memang punya suka duka, tapi belum tentu itu hal yang abadi, karena sejalan dengan kedewasaan dan pengalaman hidup tentunya mereka banyak belajar untuk menjadi lebih baik dan matang.

Untuk dukanya, yang jelas sakit hati itu yang sering terjadi pada melowers. Perasaan mereka sangat peka, hingga kadang guyonan dianggap sebagai hal yang serius. Dan hebatnya, mereka bisa menyembunyikan rasa sakit hati itu, untuk dirasakan sendiri tentunya. Tapi banyak juga yang telah memperbaiki diri setelah dewasa, dan bisa berdamai dengan perasaan mereka sendiri. Mereka kelihatan tidak banyak teman tapi tidak semuanya, karena banyak juga yang telah pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan dan bisa bergaul dengan banyak orang. Pemurung, ini menjadi ciri khas tersendiri. Kadang sifat pemurung ini tampak memprihatinkan, tapi melower sepertinya menikmati hal itu. Dan tentunya banyak juga yang telah menjadi lebih matang dalam menghadapi masalah2 hidup dan tidak terlalu pemurung lagi. Mereka lebih suka bekerja di belakang layar, tidak terlalu suka dikenal atau diekpos di muka umum. Tapi banyak juga yang akhirnya "terpaksa" tampil karena bisa jadi mereka memang punya kompetensi atau kemampuan untuk tampil di depan umum.

Mereka sulit melupakan masa lalu yang berkesan di hati mereka, kendati itu hal yang sepele dan bagi orang lain itu tidak penting. Mereka kadang bisa menjadi pendendam tapi tidak semua begitu karena banyak juga yang telah belajar mengendalikan perasaan mereka. Perfectionits, ini tampaknya hal yang bagus tapi sebetulnya tidak. Sifat percect itu seringnya menyiksa pelakunya. Kenapa? karena mereka berusaha mengaplikasikan pemikiran mereka yang sempurna ke dunia nyata, padahal kita tahu sendiri bahwa dunia ini tidak ada yang sempurna. Jadinya ya itu bisa menimbulkan stress tersendiri bagi mereka. Tapi lama2 mereka bisa belajar menyesuaikan diri dengan dunia dan lebih fleksibel.

Tertutup. Mereka cenderung tertutup. Ini bisa menjadi positif bisa menjadi negatif. Mereka sering menutupi